Blog ini tempatnya berbagi ilmu geografi dan info yang bermanfaat lainnya

Thursday, June 10, 2021

Candra lahir di Pompaniki Kec. Sabbang Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Agustus 1986. Beragama Islam dengan jenis kelamin laki-laki, Anak ke 2 dari 7 bersaudara. Putra dari pasangan Bapak Burhan (alm.) dan Ibu Asni. Pendidikan Formal 1. Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 384 Pompaniki, Kec. Sabbang Kab. Luwu Utara pada tahun 1993/1994 dan lulus pada tahun 1999/2000. 2. Madrasah Tsanawiyah Al-Jihad (MTs) Buangin, Kab. Luwu Utara pada tahun ajaran 1999/2000 dan lulus pada tahun 2002/2003. 3. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2) Palopo, Kota Palopo pada tahun ajaran 2002/2003 dan lulus pada tahun 2004/2005. 4. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada tahun ajaran 2007/2008 dan lulus pada tahun 2011. Saat ini mengajar di SMA Negeri 8 Gorontalo Utara dari tahun 2014 sampai sekarang, pada mata pelajaran Geografi
June 10, 2021   Posted by Candra with No comments
Read More
*Bidang dasar berpola segi lima berwarna biru mengandung makna dengan berjiwa Pancasila, diharapkan kelak dapat hidup secara damai, hati yang sejuk di kancah yang luas *Pola bulat dapat menyimbolkan kesatuan dan integritas. *Tulisan SMA Negeri 8 Gorontalo Utara melengkung membentuk pola payung, mengandung makna sebagai pengayoman/pelindung. *Pohon kelapa mengandung makna para alumni harus memberi manfaat dari berbagai unsur kebaikan yang dimilikinya. *Bintang bersudut lima mengandung makna kekuatan religiusitas yang tercermin dalam terwujudnya penanaman budi pekerti yang luhur kepada Peserta didik dan seluruh civitas akademika. Bintang bersegi lima juga mengandung makna kedaulatan tekat untuk mencapai cita-cita yang tinggi. *Obor dengan dengan nyala api berwarna merah melambangkan bahwa alumni SMAN 8 Gorontalo Utara diharapkan kelak dapat menjadi insan yang berguna bagi masyarakat, sebagai penerang kehidupan masyarakat di masa depan. *Buku terbuka ini diibaratkan sebagai jendela dunia, sehingga diwajibkan untuk menuntut ilmu. *Perahu dan Ombak warna bermakna Segala rintangan dan hambatan yang harus dihadapi dan ditaklukkan untuk mewujudkan cita-cita yang didambakan
June 10, 2021   Posted by Candra with No comments
Read More
June 10, 2021   Posted by Candra with No comments
Read More

Friday, October 9, 2020

 Persebaran Flora dan Fauna – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai persebaran Flora dan Fauna yang ada di Indonesia . Indonesia adalah salah satu Negara yang mempunyai ragam tumbuhan dan juga hewan yang banyak . Persebaran flora dan fauna di Indonesia sangat dibedakan dan dapat dibedakan menjadi beberapa macam atau jenis, nah untuk informasi yang lebih lengkapnya , berikut ini admin akan membahasnya secara lengkap.

Pengertian Flora dan Fauna

Pengertian flora adalah keseluruhan kehidupan  dari jenis atau macam  tumbuh – tumbuhan di  suatu habitat atau daerah tertentu. Sementara itu  pengertian fauna merupakan  keseluruhan kehidupan hewan di  suatu habitat ataupun  daerah tertentu. Singkatnya adalah , flora adalah tumbuhan, sedangkan fauna adalah hewan.

Indonesia mempunyai  kekayaan alam termasuk ragam flora dan fauna yang tersebar di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Terdapat  banyak jenis tumbuhan dan  juga hewan yang ada di Indonesia, mulai dari tipe Asiatis, peralihan dan Australis. Bahkan ada banyak pula hewan endemik Indonesia yang khas  atgau mempunyai cirri khusus dan tidak di temui di negara lain.

Secara umum persebaran flora dan fauna di Indonesia di pengaruhi oleh letak geografis Indonesia serta di bagi menjadi tiga wilayah, yaitu Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur. Persebaran flora dan fauna tersebut  memang di pengaruhi oleh  letak geografis dan juga  faktor lain seperti bentang alam dan juga  sejarah.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Persebaran flora dan fauna di Indonesia di pisahkan oleh garis Wallace dan juga  garis Weber. Garis Wallace adalah garis yang  memisahkan Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian  tengah. Sedangkan  garis Weber adalah garis yang  memisahkan Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian  timur.

Persebaran flora di Indonesia di bagi menjadi tiga yaitu  tipe Asiatis  ( wilayah barat ), tipe peralihan ( wilayah tengah ) dan tipe Australis ( wilayah timur ).

Flora Indonesia Bagian Barat ( Asiatis )

Persebaran flora di Indonesia pada bagian barat di sebut dengan tipe Asiatis. Hal tersebut  di karenakan banyak flora di bagian barat yang hampir sama dengan flora di benua Asia pada umumnya. Wilayah Indonesia bagian barat sendiri meliputi pulau Jawa , Sumatera, dan Kalimantan.

Terdapat beragam flora di bagian barat Indonesia dengan sifat heterogen, terutama yang  di pengaruhi karena iklim hujan tropis dengan curah hujan tinggi. Beberapa variasi tumbuhan yang ada  di Indonesia bagian barat antara lain jenis tanaman jamur, paku, lumut ,mahoni,damar, meranti dan yang lainnya.

Terdapat juga  banyak jenis hutan seperti hutan hujan tropis, hutan sabana tropis, hutan mangrove atau bakau di daerah pesisir pantai dan  hutan musim. Terdapat  juga beberapa flora endemik Indonesia yang khas di bagian barat seperti  misalnya adalah bunga Rafflesia Arnoldi atau bunga bangkai di Bengkulu yang menjadi ciri khas dari  flora tipe Asiatis.

Flora Indonesia Bagian Tengah ( Peralihan )

Persebaran flora di Indonesia bagian tengah disebut dengan tipe peralihan atau yang di sebut juga dengan flora kepulauan Wallace karena letaknya yang terletak pada garis wallace yang memisahkan flora – fauna tipe Asiatis dan Australis. Wilayah Indonesia bagian tengah meliputi pulau Bali, Nusa Tenggra dan Sulawesi. Iklim di Indonesia bagian tengah lebih cenderung mempunyai  kelembapan udara dan juga curah hujan yang lebih rendah sehingga memberikan  dampak pada flora yang ada. Akibat nya flora tipe peralihan tersebut banyak di dominasi oleh hutan pegunungan, hutan sabana serta  stepa tropis karena curah hujan yang rendah.

Terdapat  juga variasi tanaman rempah – rempah seperti pala, cengkeh, kayu cendana, anggrek , kayu eboni, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal tersebut menjadi ciri khas yang terdapat pada persebaran flora tipe peralihan di Indonesia di bagian tengah.

Flora Indonesia Bagian Timur ( Australis )

Persebaran flora di Indonesia pada bagian timur di sebut dengan tipe Australis. Hal tersebut di karenakan persebaran flora di Indonesia pada  bagian timur yang hampir sama dengan flora di benua Australia secara umum. Wilayah Indonesia bagian timur meliputi Maluku, Papua, dan sekitarnya. Iklim yang terdapat  di Indonesia bagian timur di dominasi dengan  hutan hujan tropis dan juga  hutan pegunungan. Disamping  itu juga banyak di temui tanaman seperti pohon sagu, pohon nipah dan juga  hutan bakau atau mangrove yang berada  didaerah pesisir pantai.

Daerah timur Indonesia juga mempunyai  tanaman  yang khas Australis seperti pohon rasamala, tanaman eucalyptus dan juga  jenis pemetia pinnata atau motea yang pada umumnya  di temui di benua Australia.

Persebaran Fauna di Indonesia

Persebaran fauna di Indonesia terbagi menjadi tiga tipr yaitu  tipe Asiatis ( wilayah barat ), tipe peralihan ( wilayah tengah ) dan tipe Australis ( wilayah timur ).

Fauna Indonesia Bagian Barat ( Asiatis )

Persebaran fauna Indonesia bagian barat di kenal dengan tipe Asiatis, sama halnya  dengan persebaran floranya. Hal tersebut  karena fauna di bagian barat Indonesia hampir sama dengan jenis fauna yang ada  di benua Asia secara keseluruhan. Pengaruh dari kedekatan letak serta  kondisi permukaan bumi menjadi faktor utamanya. Wilayah Indonesia pada bagian barat pada persebaran fauna tipe Asiatis meliputi pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Di bagian barat, banyak dijumpai fauna tipe mamalia, reptil, burung hingga ikan yang banyak dijumpai  pada  wilayah benua Asia lainnya.

Terdapat banyak juga  hewan endemik khas tipe Asiatis di Indonesia wilayah barat. Contoh hewan endemik yang ada di Indonesia yang khas dan jugh aunik di bagian barat ini antara lain adalah badak bercula satu, harimau sumatera , orang utan, kera gibbon, tapir , harimau loreng, ikan pesut Mahakam, dan masih banyak lagi yang lain nya.

Fauna Indonesia Bagian Tengah ( Peralihan )

Persebaran fauna di Indonesia bagian tengah di kenal dengan tipe peralihan atau juga di kenal sebagai fauna kawasan Wallace karena letaknya yang  berada di garis wallace yang memisahkan tipe Asiatis dan juga tipe  Australis. Wilayah Indonesia pada bagian tengah meliputi pulau Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Karena letaknya yang berada di tengah, terdaat  beberapa fauna tipe Asiatis serta  Australis yang masuk dalam tipe peralihan ini. Contoh fauna Asiatis adalah  kera atau fauna Australis seperti kuskus juga banyak ditemui  di wilayah Indonesia pada bagian tengah ini.

Terdapat  juga beberapa hewan endemik yang menjadi khas tipe peralihan di Indonesia wilayah tengah. Contoh hewan endemik Indonesia yang khas serta  unik pada  bagian tengah  adalah anoa, babirusa, burung maleo, monyet hantu dan masih banyak lagi yang lainnya.

Fauna Indonesia Bagian Timur ( Australis )

Persebaran fauna yang ada di Indonesia bagian timur disebut dengan tipe Australis, sama seperti dengan  floranya. Hal tersebut  di karenakan persebaran fauna yang ada di Indonesia bagian timur mempunyai  kesamaan dengan fauna yang ada  di benua Australia secara umum. Wilayah Indonesia bagian timur meliputi Maluku, Papua, dan sekitarnya.

Pada  bagian timur banyak terdapat  jenis hewan yang lazim dijumpai  di benua Australia, sebut saja seperti wallaby,  kangguru,  koala dan  berbagai jenis burung, reptil dan juga  primata lainnya yang khas. Sementara itu hewan seperti kera dan juga  mamalia jarang di temui di wilayah ini. Terdapat juga beberapa hewan endemik yang khas tipe Australis di Indonesia pada wilayah timur. Contoh hewan endemik Indonesia yang khas serta  unik di bagian timur antara lain adalah burung cendrawasih, kasuari, kangguru mantel emas, hiu bintik , nuri sayap hitam ,merak gouravictori, dan masih banyak lagi yang lainnya.

October 09, 2020   Posted by Candra in with No comments
Read More

 

Pengertian Interaksi

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih suatu mempengaruhi atau mempunyai efek satu sama lain.

Ide efek dua arah ini penting di dalam sebuah konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab-akibat. Kombinasi dari interaksi – interaksi sederhana ini dapat menuntun kita pada suatu fenomena baru yang dapat mengejutkan.

Bentuk – Bentuk Interaksi

Ada beberapa bentuk Interaksi, diantaranya yaitu”

  1. Interaksi verbal adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain dengan menggunakan berupa alat-alat artikulasi. Proses tersebut terjadi dalam bentuk percakapan satu dengan yang lainnya.
  2. Interaksi fisik adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi apabila ada dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa-bahasa isyarat tubuh. Contoh interaksi ini adalah posisi tubuh, ekspresi wajah, gerak-gerik tubuh dan kontak mata.
  3. Interaksi emosional adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi apabila individu melakukan kontak satu sama lain dengan melakukan curahan perasaan. Contoh interaksi ini adalah mengeluarkan air mata sebagai tanda sedang bersedih, haru atau bahkan terlalu bahagia.
Rumus Kekuatan Interaksi
Rumus Kekuatan Interaksi

Cara Menghitung Kekuatan Interaksi 2 Wilayah

Interaksi wilayah adalah suatu hal yang penting untu dilakukan karena setiap wilayah tidak dapat mencukupi kebutuhannya masing – masing sebagaimana hal nya manusia.
Untuk mengetahui berapa besar kekuatan interaksi antara dua wilayah, maka dapat kita lakukan dengan menggunkan rumus-rumus di bawah ini, yakni ada beberapa rumus yang dapat digunakan sebagai berikut:

1. Rumus Carrothers

Menurut rumus pada teori ini, kekuatan hubungan ekonomis antara dua tempat, berbanding lurus dengan besarnya penduduk dan berbanding terbalik dengan suatu jarak antaranya. Maka, semakin banyak jumlah penduduk di dua tempat, semakin besar puls interaksi ekonominya, namun semakin jauh jarak antaranya maka semakin kecillah interaksinya.
Rumus:





Keterangannya:

I = Interaksi
P1 = Jumlah penduduk salah satu dari dua kota
P2 = Jumlah penduduk dari kota lain
J = Jarak dari dua kota

Contoh Soal :
Ada tiga daerah kota, yang A berpenduduk terhitung sekitar15.000 jiwa, yang B (10.000 jiwa), dan yang C (20.000 jiwa) . Di lokasi B ada di tengah, jaraknya dari A 30 km dan dari C adalah50 km.
Maka, bagaimana menghitung besarnya interaksi ekonomi antara A dan B dibandingkan B dan C tersebut?

 

Berdasarkan perhitungan di atas, terlihat bahwa interaksi antara A dan B lebih besar dari pada interaksi antara B dengan C. Untuk membuktikan interaksi AB lebih kuat daripada C, kita juga dapat melihatnya dari jumlah penumpang kendaraan, angkutan barang, arus transportasi, dan jenis interaksi yang lainnya.

2. Hukum Gravitasi

Dasar interaksi antara sebuah desa – kota adalah merupakan dari hukum gravitasi Issac Newton, seorang ahli ilmu fisika. Sir Issac Newton (1687) pernah mengatakan bahwa dua buah benda atau materi mempunyai gaya tarik – menarik yang kekuatannya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda tersebut.

Hukum gravitasi Newton ini bisa diterapkan dalam studi geografi pemasaran dan studi transportasi. Selain itu, juga bisa digunakan di dalam studi perpindahan penduduk, masalah memilih lokasi, dan masalah interaksi.

Apabila hukum gravitasi Newton digunakan untuk menghitung besarnya interaksi antara 2 wilayah pertumbuhan A dan B, maka rumusnya yaitu sebagai berikut:

 

 

 

Keterangan:

I AB = Interaksi wilayah pertumbuhan A dan B
PA = Jumlah penduduk wilayah A
PB = Jumlah penduduk wilayah B
D AB = Jarak antara wilayah pertumbuhan A dan B

Contoh soal:
Hitunglah interaksi antara A, B, dan C, apabila diketahui:
Jumlah penduduk wilayah pertumbuhan pada A = 300.000 jiwa.
Jumlah penduduk wilayah pertumbuhan pada B = 20.000 jiwa.
Jumlah penduduk wilayah pertumbuhan pada C = 10.000 jiwa.
Jarak antara wilayah pertumbuhan A dengan wilayah pertumbuhan B yaitu: 5 km maka,
Apabila di dekat wilayah pertumbuhan A ada desa lain, yaitu wilayah pertumbuhan C dengan jumlah penduduk 10.000 jiwa dan jaraknya dengan A = 10 km, maka =
Maka, interaksi antara wilayah pertumbuhan A dengan wilayah pertumbuhan B dan wilayah pertumbuhan C dapat dituliskan dengan angka sederhana, yaitu: 24 berbanding 3 atau 8 berbanding 1.
Apabila digambarkan sebagai yaitu berikut:
Berdasarkan  gambar di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa interaksi A dengan B lebih besar daripada interaksi antara A dengan C. Ini berarti pengaruh A terhadap B lebih besar daripada pengaruh A terhadap C.

LIHAT PULA:
Nah di postingan ini saya akan berikan penjelasan mengenai Teori Gravitasi dan Teori Konektor. Keduanya sama-sama digunakan untuk menghitung kekuatan interaksi wilayah. 

1. Teori Gravitasi
Teori ini pada dasarnya adalah konsep hukum fisika yang dikemukakan oleh Issac Newton dan diperluas penggunaannya dalam geografi oleh W. J Reilly. 

Reilly berpendapat bahwa kekuatan interaksi antara dua wilayah atau lebih di permukaan bumi dapat diukur dengan memerhatikan jumlah penduduk dan jarak mutlak diantara dua wilayah tersebut. Rumus Teori Gravitasi adalah sebagai berikut

Keterangan:
I 1-2      = kekuatan interaksi daerah 1 dan 2
k = konstanta empiris (umumnya 1)
P1 = jumlah penduduk wilayah 1
P2 = jumlah penduduk wilayah 2
J1-2 = jarak mutlak antara wilayah 1 dan 2

Contoh Soal:
Diketahui jumlah penduduk kota Kuningan adalah 50.000 jiwa dan kota Sumedang adalah 40.000 jiwa. Jarak antara kota Kuningan dengan kota Sumedeang adalah 1.000 km. Berapakah kekuatan interaksi antara kedua kota tersebut?

Jawab:
I¹-² =  k . P1 . P2
(J 1-2)²
  = 1. 50.000 . 40.000
    (1000) ²
  = 1. 200.0000.000
 1.000.000
  = 2.000
Jadi nilai interaksi kota Kuningan dengan kota Majalengka adalah 2.000.

Teori Konektivitas
Teori ini dicetuskan oleh K. J. Kansky yang biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan arus interaksi barang/jasa antar wilayah yang dihubungkan oleh jaringan jalan. Kekuatan interaksi ditentukan oleh indeks konektivitas yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
I = indeks konektivitas
e = jumlah garis/jaringan halan
v = jumlah titik/kota

Contoh penerapan:
Berapakah nilai konektivitas dari sebuah jaringan kota di bawah ini:
I =  e
       v
    = 4/4 
    = 1

Itulah 2 cara menghitung kekuatan interaksi antar wilayah dan memang jumlah penduduk dan ketersediaan sarana transportasi merupakan faktor utama dalam terjadinya interaksi wilayah.
October 09, 2020   Posted by Candra in with No comments
Read More

 

Ciri-Ciri Pola Tata Ruang Perkotaan

  • Tempat untuk memberi kehidupan kepada kelompok orang kurang luas.
  • Pola kehidupan daerah kota tidak bergantung pada tingkat kesuburan tanah.
  • Komunitas perkotaan lebih besar dibandingkan di desa.
  • Lokasi kota tidak terpengaruh oleh kesuburan tanah.
  • Daerah perkotaan hanya terdapat sedikit tanaman dan cenderung banyak bangunan.
  • Daerah perkotaan umumnya berlokasi di daerah strategis.
  • Udara perkotaan umumnya kurang segar karena terkena pencemaran udara akibat berdirinya pabrik-pabrik dan banyaknya kendaraan bermotor.
  • Penduduk kota lebih padat dan beragam dibanding penduduk desa.
  • Pola tata ruang daerah perkotaan sudah diatur rapi, seperti jalan, perkantoran, perumahan, dan pusat perdagangan.

Pola Keruangan Kota

1. Teori Konsentris

Teori konsentris mengemukakan bahwa pola penggunaan lahan perkotaan berkembang secara konsentris atau melingkar karena perkembangan atau pemekaran dimulai dari pusatnya, kemudian seiring pertambahan penduduk kota meluas ke daerah pinggiran atau menjauhi pusat.konsentris

2. Teori Sektoral

Teori sektoral mengemukakan bahwa pengelompokan penggunaan lahan kota menjulur seperti irisan kue tar, bukan konsentris atau melingkar.sektoral

3. Teori Inti Ganda

Teori inti ganda mengemukakan persebaran penggunaan lahan ditentukan oleh faktor-faktor yang unik seperti situs kota dan sejarahnya yang khas, sehingga tidak ada urutan-urutan yang teratur dari zona-zona kota seperti yang terjadi pada teori konsentris dan sektoral.inti ganda

October 09, 2020   Posted by Candra in with No comments
Read More

 

Ciri-Ciri Pola Tata Ruang Perdesaan

  1. Tempat untuk memberi kehidupan kepada manusia cukup luas.
  2. Wilayah perdesaan dekat dengan areal pertanian.
  3. Di daerah subur, pola penyebarannya cenderung mengelompok.
  4. Pola penyebaran desa di daerah kurang subur cenderung memencar.
  5. Perdesaan umumnya dekat dengan sumber air.
  6. Perdesaan terlihat hijau karena banyak penggunaan tanah pertanian.
  7. Daerah perdesaan umumnya berlokasi di daerah pedalaman.
  8. Masyarakatnya berhubungan erat dengan kondisi alam yang berpengaruh terhadap tata kehidupan desa.
  9. Kondisi alam yang berpengaruh erat dengan masyarakat perdesaan antara lain tanah, tata air, iklim, dan hujan.
  10. Udara perdesaan masih segar karena belum terkena polusi.

Pola Persebaran Permukiman Desa

Daldjoeni (1987) mengemukakan bahwa ditinjau dari pola tata guna lahannya, ada empat bentuk perdesaan yang banyak dijumpai di Indonesia. Keempat bentuk desa tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Bentuk desa linear atau memanjang mengikuti jalur jalan raya atau alur sungai. Pola semacam ini dapat dijumpai di daerah dataran, terutama dataran rendah. Tujuan utama bentuk desa yang linear atau memanjang adalah mendekati prasarana transportasi (jalan atau alur sungai) sehingga memudahkan mobilitas manusia, barang, dan jasa.linear
  2. Bentuk desa yang memanjang mengikuti garis pantai.memanjang
  3. Bentuk desa terpusat. Bentuk desa semacam ini banyak dijumpai di wilayah pegunungan. Wilayah pegunungan biasanya dihuni oleh penduduk yang berasal dari keturunan yang sama sehingga antara sesama warga masih merupakan saudara atau kerabat.terpusat
  4. Bentuk desa yang mengelilingi fasilitas tertentu. Bentuk semacam ini banyak dijumpai di wilayah dataran rendah dan memiliki fasilitas umum yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat, seperti mata air, danau, waduk, dan fasilitas-fasilitas lainnyamengelilingi
October 09, 2020   Posted by Candra in with No comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search