Thursday, June 10, 2021
Friday, October 9, 2020
Persebaran Flora dan Fauna – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai persebaran Flora dan Fauna yang ada di Indonesia . Indonesia adalah salah satu Negara yang mempunyai ragam tumbuhan dan juga hewan yang banyak . Persebaran flora dan fauna di Indonesia sangat dibedakan dan dapat dibedakan menjadi beberapa macam atau jenis, nah untuk informasi yang lebih lengkapnya , berikut ini admin akan membahasnya secara lengkap.
Pengertian Flora dan Fauna
Pengertian flora adalah keseluruhan kehidupan dari jenis atau macam tumbuh – tumbuhan di suatu habitat atau daerah tertentu. Sementara itu pengertian fauna merupakan keseluruhan kehidupan hewan di suatu habitat ataupun daerah tertentu. Singkatnya adalah , flora adalah tumbuhan, sedangkan fauna adalah hewan.
Indonesia mempunyai kekayaan alam termasuk ragam flora dan fauna yang tersebar di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Terdapat banyak jenis tumbuhan dan juga hewan yang ada di Indonesia, mulai dari tipe Asiatis, peralihan dan Australis. Bahkan ada banyak pula hewan endemik Indonesia yang khas atgau mempunyai cirri khusus dan tidak di temui di negara lain.
Secara umum persebaran flora dan fauna di Indonesia di pengaruhi oleh letak geografis Indonesia serta di bagi menjadi tiga wilayah, yaitu Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur. Persebaran flora dan fauna tersebut memang di pengaruhi oleh letak geografis dan juga faktor lain seperti bentang alam dan juga sejarah.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Persebaran flora dan fauna di Indonesia di pisahkan oleh garis Wallace dan juga garis Weber. Garis Wallace adalah garis yang memisahkan Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian tengah. Sedangkan garis Weber adalah garis yang memisahkan Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur.
Persebaran flora di Indonesia di bagi menjadi tiga yaitu tipe Asiatis ( wilayah barat ), tipe peralihan ( wilayah tengah ) dan tipe Australis ( wilayah timur ).
Flora Indonesia Bagian Barat ( Asiatis )

Persebaran flora di Indonesia pada bagian barat di sebut dengan tipe Asiatis. Hal tersebut di karenakan banyak flora di bagian barat yang hampir sama dengan flora di benua Asia pada umumnya. Wilayah Indonesia bagian barat sendiri meliputi pulau Jawa , Sumatera, dan Kalimantan.
Terdapat beragam flora di bagian barat Indonesia dengan sifat heterogen, terutama yang di pengaruhi karena iklim hujan tropis dengan curah hujan tinggi. Beberapa variasi tumbuhan yang ada di Indonesia bagian barat antara lain jenis tanaman jamur, paku, lumut ,mahoni,damar, meranti dan yang lainnya.
Terdapat juga banyak jenis hutan seperti hutan hujan tropis, hutan sabana tropis, hutan mangrove atau bakau di daerah pesisir pantai dan hutan musim. Terdapat juga beberapa flora endemik Indonesia yang khas di bagian barat seperti misalnya adalah bunga Rafflesia Arnoldi atau bunga bangkai di Bengkulu yang menjadi ciri khas dari flora tipe Asiatis.
Flora Indonesia Bagian Tengah ( Peralihan )

Persebaran flora di Indonesia bagian tengah disebut dengan tipe peralihan atau yang di sebut juga dengan flora kepulauan Wallace karena letaknya yang terletak pada garis wallace yang memisahkan flora – fauna tipe Asiatis dan Australis. Wilayah Indonesia bagian tengah meliputi pulau Bali, Nusa Tenggra dan Sulawesi. Iklim di Indonesia bagian tengah lebih cenderung mempunyai kelembapan udara dan juga curah hujan yang lebih rendah sehingga memberikan dampak pada flora yang ada. Akibat nya flora tipe peralihan tersebut banyak di dominasi oleh hutan pegunungan, hutan sabana serta stepa tropis karena curah hujan yang rendah.
Terdapat juga variasi tanaman rempah – rempah seperti pala, cengkeh, kayu cendana, anggrek , kayu eboni, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal tersebut menjadi ciri khas yang terdapat pada persebaran flora tipe peralihan di Indonesia di bagian tengah.
Flora Indonesia Bagian Timur ( Australis )

Persebaran flora di Indonesia pada bagian timur di sebut dengan tipe Australis. Hal tersebut di karenakan persebaran flora di Indonesia pada bagian timur yang hampir sama dengan flora di benua Australia secara umum. Wilayah Indonesia bagian timur meliputi Maluku, Papua, dan sekitarnya. Iklim yang terdapat di Indonesia bagian timur di dominasi dengan hutan hujan tropis dan juga hutan pegunungan. Disamping itu juga banyak di temui tanaman seperti pohon sagu, pohon nipah dan juga hutan bakau atau mangrove yang berada didaerah pesisir pantai.
Daerah timur Indonesia juga mempunyai tanaman yang khas Australis seperti pohon rasamala, tanaman eucalyptus dan juga jenis pemetia pinnata atau motea yang pada umumnya di temui di benua Australia.
Persebaran Fauna di Indonesia
Persebaran fauna di Indonesia terbagi menjadi tiga tipr yaitu tipe Asiatis ( wilayah barat ), tipe peralihan ( wilayah tengah ) dan tipe Australis ( wilayah timur ).
Fauna Indonesia Bagian Barat ( Asiatis )

Persebaran fauna Indonesia bagian barat di kenal dengan tipe Asiatis, sama halnya dengan persebaran floranya. Hal tersebut karena fauna di bagian barat Indonesia hampir sama dengan jenis fauna yang ada di benua Asia secara keseluruhan. Pengaruh dari kedekatan letak serta kondisi permukaan bumi menjadi faktor utamanya. Wilayah Indonesia pada bagian barat pada persebaran fauna tipe Asiatis meliputi pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Di bagian barat, banyak dijumpai fauna tipe mamalia, reptil, burung hingga ikan yang banyak dijumpai pada wilayah benua Asia lainnya.
Terdapat banyak juga hewan endemik khas tipe Asiatis di Indonesia wilayah barat. Contoh hewan endemik yang ada di Indonesia yang khas dan jugh aunik di bagian barat ini antara lain adalah badak bercula satu, harimau sumatera , orang utan, kera gibbon, tapir , harimau loreng, ikan pesut Mahakam, dan masih banyak lagi yang lain nya.
Fauna Indonesia Bagian Tengah ( Peralihan )

Persebaran fauna di Indonesia bagian tengah di kenal dengan tipe peralihan atau juga di kenal sebagai fauna kawasan Wallace karena letaknya yang berada di garis wallace yang memisahkan tipe Asiatis dan juga tipe Australis. Wilayah Indonesia pada bagian tengah meliputi pulau Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Karena letaknya yang berada di tengah, terdaat beberapa fauna tipe Asiatis serta Australis yang masuk dalam tipe peralihan ini. Contoh fauna Asiatis adalah kera atau fauna Australis seperti kuskus juga banyak ditemui di wilayah Indonesia pada bagian tengah ini.
Terdapat juga beberapa hewan endemik yang menjadi khas tipe peralihan di Indonesia wilayah tengah. Contoh hewan endemik Indonesia yang khas serta unik pada bagian tengah adalah anoa, babirusa, burung maleo, monyet hantu dan masih banyak lagi yang lainnya.
Fauna Indonesia Bagian Timur ( Australis )

Persebaran fauna yang ada di Indonesia bagian timur disebut dengan tipe Australis, sama seperti dengan floranya. Hal tersebut di karenakan persebaran fauna yang ada di Indonesia bagian timur mempunyai kesamaan dengan fauna yang ada di benua Australia secara umum. Wilayah Indonesia bagian timur meliputi Maluku, Papua, dan sekitarnya.
Pada bagian timur banyak terdapat jenis hewan yang lazim dijumpai di benua Australia, sebut saja seperti wallaby, kangguru, koala dan berbagai jenis burung, reptil dan juga primata lainnya yang khas. Sementara itu hewan seperti kera dan juga mamalia jarang di temui di wilayah ini. Terdapat juga beberapa hewan endemik yang khas tipe Australis di Indonesia pada wilayah timur. Contoh hewan endemik Indonesia yang khas serta unik di bagian timur antara lain adalah burung cendrawasih, kasuari, kangguru mantel emas, hiu bintik , nuri sayap hitam ,merak gouravictori, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Pengertian Interaksi
Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih suatu mempengaruhi atau mempunyai efek satu sama lain.
Ide efek dua arah ini penting di dalam sebuah konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab-akibat. Kombinasi dari interaksi – interaksi sederhana ini dapat menuntun kita pada suatu fenomena baru yang dapat mengejutkan.
Bentuk – Bentuk Interaksi
Ada beberapa bentuk Interaksi, diantaranya yaitu”
- Interaksi verbal adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain dengan menggunakan berupa alat-alat artikulasi. Proses tersebut terjadi dalam bentuk percakapan satu dengan yang lainnya.
- Interaksi fisik adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi apabila ada dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa-bahasa isyarat tubuh. Contoh interaksi ini adalah posisi tubuh, ekspresi wajah, gerak-gerik tubuh dan kontak mata.
- Interaksi emosional adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi apabila individu melakukan kontak satu sama lain dengan melakukan curahan perasaan. Contoh interaksi ini adalah mengeluarkan air mata sebagai tanda sedang bersedih, haru atau bahkan terlalu bahagia.

Cara Menghitung Kekuatan Interaksi 2 Wilayah
1. Rumus Carrothers
Keterangannya:
I = Interaksi
P1 = Jumlah penduduk salah satu dari dua kota
P2 = Jumlah penduduk dari kota lain
J = Jarak dari dua kota
2. Hukum Gravitasi
Dasar interaksi antara sebuah desa – kota adalah merupakan dari hukum gravitasi Issac Newton, seorang ahli ilmu fisika. Sir Issac Newton (1687) pernah mengatakan bahwa dua buah benda atau materi mempunyai gaya tarik – menarik yang kekuatannya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda tersebut.
Hukum gravitasi Newton ini bisa diterapkan dalam studi geografi pemasaran dan studi transportasi. Selain itu, juga bisa digunakan di dalam studi perpindahan penduduk, masalah memilih lokasi, dan masalah interaksi.
Apabila hukum gravitasi Newton digunakan untuk menghitung besarnya interaksi antara 2 wilayah pertumbuhan A dan B, maka rumusnya yaitu sebagai berikut:
Keterangan:
I AB = Interaksi wilayah pertumbuhan A dan B
PA = Jumlah penduduk wilayah A
PB = Jumlah penduduk wilayah B
D AB = Jarak antara wilayah pertumbuhan A dan B


Ciri-Ciri Pola Tata Ruang Perkotaan
- Tempat untuk memberi kehidupan kepada kelompok orang kurang luas.
- Pola kehidupan daerah kota tidak bergantung pada tingkat kesuburan tanah.
- Komunitas perkotaan lebih besar dibandingkan di desa.
- Lokasi kota tidak terpengaruh oleh kesuburan tanah.
- Daerah perkotaan hanya terdapat sedikit tanaman dan cenderung banyak bangunan.
- Daerah perkotaan umumnya berlokasi di daerah strategis.
- Udara perkotaan umumnya kurang segar karena terkena pencemaran udara akibat berdirinya pabrik-pabrik dan banyaknya kendaraan bermotor.
- Penduduk kota lebih padat dan beragam dibanding penduduk desa.
- Pola tata ruang daerah perkotaan sudah diatur rapi, seperti jalan, perkantoran, perumahan, dan pusat perdagangan.
Pola Keruangan Kota
1. Teori Konsentris
Teori konsentris mengemukakan bahwa pola penggunaan lahan perkotaan berkembang secara konsentris atau melingkar karena perkembangan atau pemekaran dimulai dari pusatnya, kemudian seiring pertambahan penduduk kota meluas ke daerah pinggiran atau menjauhi pusat.
2. Teori Sektoral
Teori sektoral mengemukakan bahwa pengelompokan penggunaan lahan kota menjulur seperti irisan kue tar, bukan konsentris atau melingkar.
3. Teori Inti Ganda
Teori inti ganda mengemukakan persebaran penggunaan lahan ditentukan oleh faktor-faktor yang unik seperti situs kota dan sejarahnya yang khas, sehingga tidak ada urutan-urutan yang teratur dari zona-zona kota seperti yang terjadi pada teori konsentris dan sektoral.
Ciri-Ciri Pola Tata Ruang Perdesaan
- Tempat untuk memberi kehidupan kepada manusia cukup luas.
- Wilayah perdesaan dekat dengan areal pertanian.
- Di daerah subur, pola penyebarannya cenderung mengelompok.
- Pola penyebaran desa di daerah kurang subur cenderung memencar.
- Perdesaan umumnya dekat dengan sumber air.
- Perdesaan terlihat hijau karena banyak penggunaan tanah pertanian.
- Daerah perdesaan umumnya berlokasi di daerah pedalaman.
- Masyarakatnya berhubungan erat dengan kondisi alam yang berpengaruh terhadap tata kehidupan desa.
- Kondisi alam yang berpengaruh erat dengan masyarakat perdesaan antara lain tanah, tata air, iklim, dan hujan.
- Udara perdesaan masih segar karena belum terkena polusi.
Pola Persebaran Permukiman Desa
Daldjoeni (1987) mengemukakan bahwa ditinjau dari pola tata guna lahannya, ada empat bentuk perdesaan yang banyak dijumpai di Indonesia. Keempat bentuk desa tersebut adalah sebagai berikut.
- Bentuk desa linear atau memanjang mengikuti jalur jalan raya atau alur sungai. Pola semacam ini dapat dijumpai di daerah dataran, terutama dataran rendah. Tujuan utama bentuk desa yang linear atau memanjang adalah mendekati prasarana transportasi (jalan atau alur sungai) sehingga memudahkan mobilitas manusia, barang, dan jasa.

- Bentuk desa yang memanjang mengikuti garis pantai.

- Bentuk desa terpusat. Bentuk desa semacam ini banyak dijumpai di wilayah pegunungan. Wilayah pegunungan biasanya dihuni oleh penduduk yang berasal dari keturunan yang sama sehingga antara sesama warga masih merupakan saudara atau kerabat.

- Bentuk desa yang mengelilingi fasilitas tertentu. Bentuk semacam ini banyak dijumpai di wilayah dataran rendah dan memiliki fasilitas umum yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat, seperti mata air, danau, waduk, dan fasilitas-fasilitas lainnya

Search
Popular Posts
-
Pengertian Interaksi Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih suatu m...
-
Ciri-Ciri Pola Tata Ruang Perdesaan Tempat untuk memberi kehidupan kepada manusia cukup luas. Wilayah perdesaan dekat dengan areal pertani...
-
Pengertian Pusat Pertumbuhan Pusat pertumbuhan (growth pole) adalah suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhan pembangunannya sangat pe...
Categories
Blog Archive
About Me
PENGERTIAN PETA OLEH PARA AHLI
PENGERTIAN PETA Ada banyak pendapat dari para ilmuan mengenai peta. Dalam artikel ini akan memaparkan pengertian peta menurut para ahli. ju...
Blog Archive
Search This Blog















