Pada umumnya, bioma tumbuhan di dunia dapat dibagi menjadi tiga
jenis berdasarkan letak garis lintang, ketinggian tempat, dan karakter
tumbuhan. Tiga macam bioma tersebut adalah bioma hutan, padang rumput, dan
gurun. Ketiga bioma tersebut masing-masing dibedakan lagi menjadi beberapa
jenis.
Karena pada postingan sebelumnya kita sudah membahas mengenai
persebaran fauna di dunia, maka kali ini kita akan membahas bagian persebaran
flora di dunia. Berikut ulasan lengkap dan contohnya.
Persebaran
Flora di Dunia
Persebaran tumbuhan di muka bumi
didasarkan atas letak geografis dan fisiologis atau dikenal dengan sebutan
pendekatan ekologi. Pada tahun 1889, C. Hart Meeriem, seorang peneliti biologi
alam berpendapat bahwa tipe tumbuhan pada suatu daerah dipengaruhi oleh
temperatur, kemudia dapat dibuktikan adanya faktor kelembapan ternyata lebih
berperan daripada faktor temperatur.
Curah hujan yang tinggi dibutuhkan untuk mendukung
pertumbuhan tanaman besar. Sebaliknya, semakin kita bergerak ke daerah dengan
curah hujan rendah tumbuhan akan didominasi oleh tumbuhan kecil, padang rumput,
dan kaktus atau tanaman padang pasir.
Komunitas flora secara umum di
dunia dibagi menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
- Hutan, tumbuhan utama berupa
pohon-pohon besar.
- Padang rumput, tumbuhan utama
adalah rumput.
- Gurun, tumbuhan utama
dan kondisi iklimnya.
Setiap jenis komunitas tumbuhan tersebut terbagi lagi menjadi
beberapa jenis komunitas. Berikut macam komunitas organisme tumbuhan
berdasarkan perubahan naik garis lintang (yang berarti penurunan temperaturnya)
dalam pembagian mintakat (zona) temperaturnya) dalam pembagian mintakat (zona)
temperatur.
1. Hutan Tropis
Di daerah hutan basah tropika terdapat
beratur-ratus tumbuhan, yang mungkin berbeda dengan yang lain. Hutan-hutan
basah tropika di seluruh dunia mempunyai persamaan. Sepanjang tahun hutan cukup
mendapatkan air dan keadaan alamnya memungkinkan terjaganya pertumbuhan yang
sama sehingga komunitas hutan tersebut kompleks.
Misal: terdapat di daerah tropika dan subtropika yang ada di
Indonesia, daerah Australia bagian utara, Papua, Afrika Tengah, dan Amerika
tengah.
Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20-40 meter
dengan cabang-cabangnya yang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung yang
mengakibatkan hutan menjadi gelap.
Dasar hutan selalu gelap, karena air hujan sulut
mencapai dasar hutan tersebut secara langsung. Kelembapan selalu tinggi dan
tetap dengan rata-rata 20°. Pada hutan bawah tropika selain pepohonan yang
tinggi, terdapat tumbuhan yang khas yaitu liana dan epifit. Rotan adalah jenis
liana, sedangkan anggrek adalah jenis epifit.
2. Hutan Gugur

Di daerah yang beriklim sedang, selain terdapat banyak padang
rumput dan kadang-kadang ada gurun, yang paling khas adalah hutan gugur, yang
disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
-
Curah hujan merata sepanjang tahun antara
750-1.000 mm per tahun serta adanya musim dingin dan musim panas sehingga
tumbuhan mengadakan penyesuaian yaitu dengan menggugurkan daunnya
menjelang musim dingin.
- Musim yang mendahului musim dingin siebut
musim gugur. Sejak musim gugur sampai musim semi, tumbuhan yang menahun
pertumbuhannya terhenti. Tumbuhan semusim mati pada musim dingin, yang
tinggal hanya bijinya. Tumbuhan yang tahan dingin dapat berkecambah
menjelang musim panas.
Perbedaan hutan gugur dan hutan basah adalah dalam kepadatan
jaraknya. Di hutan gugur, jarak antara pohon-pohonnya tidak terlalu padat dan
jumlah spesiesnya sedikit, yaitu 10-20 spesies.
3. Taiga

Taiga adalah hutan pohon pinus yang daunnya seperti jarum.
Pohon-pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya konifera, terutama pohon
pichia, alder (alnus) birch (betula), dan juniper (juniperus).
Daerah ini merupakan bioma yang terdiri dari satu
spesies pohon. Taiga kebanyakan terdapat di belahan bumi utara (Siberia Utara,
Rusia, Amerika Tengah, dan Amerika Utara), dengan masa pertumbuhan pada musim
panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
4.
Padang Rumput

Daerah
padang rumput ini terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah subtropika.
Curah hujan pada umumnya antara 250-500 mm per tahun. Hujan yang tidak teratur
dan porositas yang rendah mengakibatkan tumbuhan sulit untuk mengambil air.
Tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan seperti ini adalah
rumput.
Daerah padang rumput yang relatif basah, seperti
yang terdapat di Amerika Utara, rumputnya dapat mencapai 3 meter misalnya
rumput-rumput bluestem dan Indian grasses. Adapun
daerah padang rumput yang kering mempunyai rumput yang pendek, contohnya rumput buffalo
grasses dan rumput grama.
Pada rumput terdiri dari beberapa macam seperti berikut.
1.
Tundra, terdapat di daerah bersuhu
dingin bercurah hujan rendah. Jenis tumbuhan yang ada adalah rumput-rumput
kerdil.
2.
Praire (padang
rumput), terdapat di daerah dengan curah hujan yang berimbang dengan
musim panas. Rumput di praire lebih tinggi dibandingkan dengan rumput tundra.
3.
Stepa,
terdapat di daerah dengan curah hujan tinggi. Daerah stepa umumnya terdiri dari
rumput-rumput pendek dan diselingi oleh semak belukar.
4.
Sabana, berupa
rumput-rumput tinggi diselingi semak belukar dan pohon-pohon tinggi.
Tumbuhanyang bisa tahan hidup di daerah sabana adalah jenis tumbuhan yang tahan
terdapat kelembapan rendah.
5. Gurun

Daerah gurun banyak terdapat di daerah tropis dan
berbatasan dengan padang rumput. Keadaan alam dari padang rumput ke arah gurun
biasanya makin jauh makin gersang.
Curah hujan rendah yaitu sekitar 250 mm per tahun atau kurang.
Hujan lebat jarang terjadi dan tidak teratur. Pancaran matahari sangat terik
dan terjadi penguapan tinggi sehingga suhu siang hari sangat panas. Pada musi
panas, suhu dapat lebih dari 40°. Perbedaan suhu siang dan malam hari sangat
besar.
Tumbuhan yang dapat hidup menahun di gurun adalah tumbuhan
yang dapat beradaptasi terhadap kekurangan air dan penguapan yang cepat. Pada
umumnua, tumbuhan yang hidup di gurun berdaun kecil seperti duri atau tidak
berdaun. Tumbuhan tersebut berakar panjang sehingga dapat mengambil air dari
tempat yang dalam dan dapat menyimpan air dalam jaringan spons.
Apabila hujan turun, tumbuhan di gurun segera tumbuh,
berbunga, dan berbuah dengan cepat. Hal ini dapat terjadi dalam beberapa hari
saja setelah hujan, tetapi sempat menghasilkan biji untuk berkembang lagi musim
berikutnya.
6. Tundra
Daerah tundra hanya terdapat di belahan bumi utara dan
kebanyakan di daerah lingkungan kutub utara. Daerah ini memiliki musim dingin
yang panjang dan gelap dan musim panas yang panjang serta terang terus-menerus.
Daerag tundra di kutub ini dapat mengalami gelap berbulan-bulan karena matahari
hanya mencapai 23½° LU/LS.
Di Daerah ini tidak ada pohon yang tinggi, kalau ada pohon,
pohon itu terlihat pendek seperti semak. Di daerah tundra ini banyak terdapat
lumut terutama Sphagnum dan Lichenes (lumut kerak). Tumbuhan semusim di daerah
tundra biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dengan masa pertumbuhan
yang sangat pendek sehingg pada musim pertumbuhan pemandangannya sangat indah.
Tumbuhan di daerah ini dapat beradaptasi terhadap keadaan yang dingin sehingga
akan tetap hidup meskipun dalam keadaan beku.
Nah, itulah dia persebaran flora di Dunia beserta nama daerah
dan penjelasannya. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang salah satu
materi pelajaran Geografi dalam bab persebaran flora dan fauna, sekian dan
semoga bermanfaat.